Tools Kode Warna HTML








Artikel ini saya tulis untuk membantu memandu Anda sekalian memilah Asuransi terbaik, terbagus dan termurah. Namun yang saya maksud disini bukan murahan. Berdasarakan pengalaman saya menjual asuransi dari berbagai perusahaan asuransi.
Sederhana saja bahwa kita inging membeli polis Asuransi dengan harga yang se ekonomis mungkin (bukan murahan loh) dan kita tidak mau di tengah jalan Asuransi tersebut ganti nama atau dibeli oleh perusahaan Asing. 
Diluar sana banyak sekali asuransi bagus seperti:
Prudential, Allianz, Manulife, Aia, Beringin, BNI life, Squis life, commonwealth, AXA, ACE life, Sinar Mas, Cigna, dan lain lain. Namun dari sedemikian banyak, mana yang cocok buat anda...??
Tip satu: Carilah Perusahaan Asuransi yang menengah Atas atau PERUSAHAAN BESAR KELASI DUNIA dan perusahaan harus sehat atau 5 tahun terakhir harus untung. Karena dengan demikian jaminan secara financial dan kredebilitas dunia sudah tentu di pertaruhkan.
Kenapa musti Untung, karena jika perusahaan tersebut terus melaba maka jaminan akan premi yang stabil dan tidak pindah tanggan / merger / atau dibeli oleh perusahaan Asuransi lain maka dipastikan keamanan dan kenyamanan Anda akan terjamin hingga akhir polis
Ada yang Tanya apakah penghargaan-penghargaan bisa menjamin nama dan pelayanan, sebenarnya yang terpenting adalah proteksi yang diberikan apakah nyaman atau tidak buat kita. Penghargaan berguna untuk perusahaan Asuransi itu agar jualannya bagus namun tidak juga di pungkiri kalau service mereka sudah teruji dengan mendapatkan penghargaan baik nasional atau dunia.
Tip Kedua: Pilihlah perusahaan Asuransi yang mempunyai proteksi yang tidak tumpang tindih.
Sering sekali saya mendapat keluhan bahwa Proteksi Penyakit kritis/Crisis Cover atau Cacat yang mengurangi Uang Pertanggungan Dasar Jiwa, padahal membayar preminya sudah masing masing. Kok bisa …. ??? ya bisa ...
Lalu ada nasabah yang bilang, Kok saya tidak di kasih tahu ya ... pak ...
dan agen menjawab .... "Khan .. bapak Ga tanya "
Dari Perusahaan asuransi juga tidak mau disalahkan, mereka akan jawab, "Khan Bapak/ibu sudah diberikan waktu 14 haru untuk membaca polis. Jika tidak setuju maka bisa mengajukan secara tertulis dan Polis akan batal"
Contoh kasus:
Pak Ali mempunyai Asuransi karena di iklan di TV dan dia membeli dengan pertimbangan harganya preminya sedikit lebih murah dan investasinya cukup bagus.. Didalamnya ada proteksi 
1.    Jiwa 100 jt - Asuransi Dasar.
2.    Penyakit kritis 100 jt
3.    Cacat  100 jt
4.    Kesehatan dengan Kamar 350 per hari
Di tahun ke 11 pak Ali kena penyakit diabetes, kemudian apa yang didapat pak Ali:
Pak Ali mengklaim Proteksi penyakit kritis, dan 3-6 bulan kemudian UP tersebut keluar 100 %. atau 100 jt Dan bersamaan itu pula maka polisnya pak Ali tutup karena UP 100 juta diambil dari UP dasar atau jiwa.

Gimana dengan Penyakit diabetesnya .. padahal pak ali sangat membutuhkan biaya Rumah sakit yang besar selama sisa hidup nya.

Hal ini terjadi pula pada cacat yang sudah 50 %, maka up akan keluar 100 jt atau 100 % maka polis akan mati atau sudah tidak ada proteksi lagi.
Loh kok gitu … kan bayar preminya ada 4 dan atau sendiri sendiri …. 
Tetapi demikianlah bunyi polis perjanjian pak Ali dengan si Perusahaan Asuransi itu. Apakah anda merasa tertipu atau dibodohi. Nanti dulu ..... Pada saat anda di prospek oleh agen anda biasanya di tanya apakah sudah mengerti dan menyetujui, jika "ya" maka anda menantangani ilustrasi. Kemudian PPAJ dan setelah polis jadi anda diberikan waktu 7-14 hari untuk mempelajarinya. Jika anda tidak setuju maka anda bisa menolaknya pada saat itu. Dan kenyataanya anda menyetujuinya loh. ..

Anda mempunyai Polis di rumah, Apakah ini adalah Polis Anda,  segera pelajari lagi mungkin anda tidak mendetail sampai ke sana …. Coba cek lagi Asuransi tersebut bisa melalui Customer service agar lebih objektif, tanyakan dengan cermat sehingga anda tidak merasa di rugikan. ???

Memilih Asuransi Kesehatan.

Setelah Asuransi Jiwa tentunya Asuransi Kesehatan adalah kedua yang sangat dibutuhkan oleh kita, Apalah artinya UP penyakit kritis jika dana tersebut akan habis untuk biaya rumah sakit atau biaya operasi jika diperlukan. Saran saya adalah memisahkan Asuransi Kesehatan dengan Asuransi JIwa atau induk.

Tip Mencari Asuransi Kesehatan:
  1. Cari yang model cashless (walaupun anda sudah mendapatkan dari Perusahaan dimana anda bekerja) yang murni loh bukan Unit link atau sebangsanya.
  2. Yang Mampu Membayarkan sesuai pertidak kemampuan / per penyakit / atau plan tinggi pada inner limit
  3. Tidak ada batasan keseluruhan atas klaim akumulasi atas polis
  4. Tabel premi yang sudah pasti bukan diterbitkan setiap tahun.
  5. Fix diskon untuk Asuransi keluarga.
Kasus ini pun juga terjadi karena Proteksi Kesehatan (Rawat Inap) menganut batas akumulasi Total dari setiap polis kesehatan yang di beli. Lagi-lagi si agen tidak menerangkan kalau tidak ditanya dan Nasabah juga tidak teliti,

Oleh sebab itu carilah yang tidak mempunyai batas keseluruhan.
Kasus Asuransi Kesehatan Tahunan (Term Life Murni)
Pak Budi tertarik membeli Asuransi Tahunan karena:
  1. Jika tidak ada klaim maka di perusahaan Asuransi mengembalikan 20%
  2. Jika ada yang masuk keluarga maka ada diskon 5%
  3. Asuransi ini Berlaku tahunan jadi jika sudah habis kontrak maka tidak di tagih sebelum mengajukan perpanjangan.
Kasus:
Tidak ada klaim maka di kembalikan 20%, bagaimana jika klaim nya banyak …. Tentunya naik juga donk 20%, kalau masih banyak ... gimana .. yaaa ...naik lagi 20% …. Dan seterusnya hingga pak Budi tidak mampu bayar.

Premi Tahunan ditentukan oleh statistik perusahaan asuransi tsb dan dihitung 1 bulan sebelum jatuh tempo. 
Artinya tidak ada kepastian nilai yang dibayarkan setiap tahun, mungkin sama atau naik dan naik ....!

Ketika pak Budi menderita dibabetes maka klaim mulai berjalan dan setiap tahun ada kenaikan. Begitu perminya sudah tidak mampu dibayarkan oleh pak Budi maka pak Budi mengajukan asuransi kesehatan baru ke perusahaan asuransi lain dan semua menolak atau mengecualikan penyakit yang di derita Pak Budi. Itupun dengan extra premi yang lumayan besar .

Ini dapat terjadi pada Anda jika salah memilih asuransi karena iming-iming diskon, harga miring, voucer dan lain lain ..

Padahal jujur saja Asuransi tahunan Term life preminya masih lebih mahal kok daripada yang whole life jika dilihat secara keseluruhan.

Asuransi kesehatan tahunan / murni / Term life ini tidak jauh berbeda dengan Asuransi dari Kantor atau perusahaan. Jangan senang dulu kalau anda memiliki Asuransi kantor yang besar. Anda boleh tenang jika pertanyaan saya ini mampu di jawab dengan baik:
  1. Apakah Anda selamanya akan bekerja pada kantor tsb
  2. Berapa usia pension Anda 55 ataukah 60 tahun, karena semakin tua semakin tinggi resiko kesehataan kita.
  3. Jika anda sudah pension, mampukan anda membeli polis kesehatan. Jika mampu, apakah perusahaan Asuransi tsb mau menerima anda jika sudah terkena penyakit kritis atau hasil Medical nya bagus.
Saran saya tetap kepada Anda harus memiliki Asuransi kesehatan sendiri toh tidak akan rugi karena itu memang untuk Anda dan perusahaan memiliki kepentingan lain.

Dari uraian ditas maka kita simpulkan sbb:
  1. Cari Perusahaan Asuransi yang profit di 5 tahun terakhir
  2. Cari Proteksi yang tidak tumpang tindih
  3. Cari Asuransi kesehatan yang cashless bukan Unit link
  4. Cari Asuransi kesehatan yang membayarkan sesuai tagihan / Pertidak kemampuan / Inner limit dgn kamar yang tinggi.
  5. Cari Asuransi kesehatan yang tidak ada batasan keseluruhan
  6. Cari Asuransi kesehatan yang hingaa 70 tahun (biasanya Cuma 65 thn)
  7. Cari asuransi jiwa yang membolehkan anda membeli Polis baru walau anda sudah terkena penyakit kritis atau cacat tetap total
  8. Setelah itu baru anda lihat besaran preminya apakah wajar, lebih mahal sedikit wajar donk karena proteksi  nya juga sangat luas, jadi ini adalah Asuransi yang paling ekonomis.
Kalau masih bingung pula .. segera hubungi kami untuk mendapatkan pilihan asuransi Kesehatan yang ekonomis atau Asuransi Kesehatan International yang jauh lebih ekonomis dengan pertanggungan hingga puluhan Milyar rupiah cashless pula.
Tip atau petunjuk sederhana ini sudah cukup mampu memberikan kerangka dasar memilih asuransi yang paling nyaman untuk anda.

Silahkan Berkomentar Dengan Sopan. Anda Sopan Kami Segan.
EmoticonEmoticon