Tuesday, February 28, 2017

Pengertian dan Contoh Pegunungan Patahan

Pengertian dan contoh contoh Pegunungan Patahan | Patahan terdiri atas beberapa macam-macam atau jenis-jenis patahan, dalam pengertian Pegunungan patahan adalah pegunungan yang terbentuk oleh tenaga endogen (dari dalam bumi) yang menekan lapisan kerak bumi secara vertikal yang menyebabkan lapisan kerak bumi terangkat dan patah. tenaga endogen yang menekan lapisan kulit bumi baik secara vertikal maupun secara horizontal bisa menyebabkan lapisan kulit bumi tersebut menjadi retak dan patah.

Pengertian Pegunungan Patahan dan Jenis-Jenis Patahan

Struktur patahan terjadi karena gerakan mendatar lempengan kerak bumi mengenai lapisan batuan yang keras dan tidak lentur sehingga mengalami mengalami patahan.

Jenis jenis patahan ada banyak, yaitu patahan normal, sesar geser, patahan rebah, horst serta graben. setiap jenis-jenis patahan atau macam-macam patahan ini pasti ada proses bagaimana terbentuknya, dengan kata lain mengapa patahan patahan itu bisa terbentuk seperti yang dijelaskan dalam jenis-jenis patahan dan juga dalam proses terjadinya patahan, patahan tersebut mengalami kejadian-kejadian yang sangat besar dan mungkin saja memiliki manfaat, keuntungan, dampak positif maupun kerugian dan dampak negatif.

Bidang atau bagian kulit bumi yang retak atau patah disebut bidang patahan. Bidang patahan yang sudah mengalami pergeseran atau gerakan disebut fault atau sesar. Pergeseran bidang patahan ini dapat terjadi secara horizontal maupun vertikal. Berdasarkan arah pergeseranya, ada beberapa jenis sesar atau fault, yaitu :
Baca Juga : Pengertian, Pembentukan, Bentuk Bentuk dan Jenis Jenis Patahan (sesar)
Beberapa contoh pegunungan patahan yang merupakan hasil dari proses alam sesar naik, yaitu:
  1. Pegunungan Bukit barisan, pegunungan ini memanjang dari Sumatra Utara sampai ke Teluk Semangko di Sumatra Selatan yang disebut dengan Zone patahan Semangko.
  2. Pegunungan patahan Matano, terdapat di sulawesi yang memanjang diwalai dari Teluk tolo ke Danau Matana dan memotong Pegunungan Tineba serta Pegunungan Takolekaju sampai ke selat Makasar.
  3. Pegunungan Patahan Palu-Karo, terdapat membujur dari utara melalui Palu ke Teluk Bone, 
  4. dan lain sebagainya.

Proses diatropisme adalah proses tektonisme yang akan selalu mengakibatkan terbentuknya pegunungan patahan dan pegunungan lipatan, proses diatropisme juga ternyata membawa dampak positif maupun negatif.
Baca Juga : Pengertian Proses Diatropisme dan juga Dampaknya
Dampak positif yang terjadi akibat dari proses diatropisme, yaitu :
  1. Terbentuknya pegunungan yang membawa manfaat bagi manusia, hewan maupun tumbuhan, antara lain mendatangkan hujan, dan menghasilkan berbagai mineral.
  2. Bahan mineral yang berada di dalam lapisan kulit bumi terangkat ke atas, sehingga banyak galian tambang yang berasal dari dalam bumi ataupun pegunungan.
Sedangkan dampak negatifnya akibat adanya proses diatropisme, yaitu:
  1. Di daerah pegunungan, permukaan nya tidak rata sehingga tidak bisa dijadikan sarana untuk pemukiman.
  2. Daerah pegunungan lipatan atau patahan sangat rawan terjadi adanya gempa bumi, baik gempa tektonik maupun gempa vulkanik.

Silahkan Berkomentar Dengan Sopan. Anda Sopan Kami Segan.
EmoticonEmoticon